February 8, 2023

KORAN KPK

Membangun Moral Bangsa

Jokowi Nilai Pemda Tidak Kreatif Promosikan Wilayahnya

2 min read

Presiden Jokowi memberikan arahan di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Koran Penelusuran Kasus – HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Jokowi meminta para Kepala Daerah untuk bisa lebih berinovasi dalam mempromosikan daerahnya.

Pasalnya, sampai saat ini Jokowi menilai hampir seluruh daerah memiliki kesamaan dalam menunjukan jati diri daerahnya.

“Jangan semua kota dan kabupaten kita ini sama semuanya, namanya memiliki brand yang hampir mirip-mirip: ada Beriman, ada Berhiber, Berseri, ada ber- apa lagi? Ber- ber- ber- semuanya,” kata Jokowi dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (17/1).

Mantan Wali Kota Surakarta itu kemudian mengajarkan agar para Kepala Daerah bisa menggunakan kekayaan alam yang ada di wilayahnya sebagai bahan promosi mereka.

“Buatlah brand kota sesuai dengan potensi dan keunggulan kita masing-masing bisa, misalnya kota pisang, kenapa tidak? Bisa kota ikan, kenapa tidak? Bisa kota musik, kenapa tidak? Bisa kota mebel, kenapa tidak? Tapi konsisten,” ujarnya.

Jika sudah melakukan seperti itu, Jokowi kemudian meminta agar para Kepala Daerah bisa konsisten menjalankannya demi meningkatkan pendapatan dalam negeri.

“Kalau sudah kota pisang berarti menanam pisangnya harus lebih banyak di kota itu, kemudian menyiapkan industri untuk pascapanen pisang, siapkan di kota itu. Sehingga, brand kota itu akan kelihatan,” tukasnya.

Jokowi menambahkan, dengan penambahan Provinsi saat ini menjadi 38 Provinsi, sudah saatnya tata kota menjadi perhatian para Kepala Daerah.

“Saya perlu ingatkan, bahwa kita ini memiliki 514 kabupaten dan kota. Dan, sekarang provinsi juga sudah tambah. Jari total sudah berapa provinsi, Pak? 38 provinsi. Hati-hati yang namanya tata kota, seluruh kabupaten dan kota itu harus mulai mendesain kotanya dengan baik,” tegasnya.

“Sehingga setiap kota dan kabupaten itu memiliki diferensiasi, maksimalkan potensi daerah yang ada, buat masterplan-nya yang betul-betul memiliki visi ke depan,” sambungnya.