May 20, 2024

KORAN KPK

Membangun Moral Bangsa

Tidak Ada Ketentuan Gunakan Pasir Dari Jakarta Atau Bandung Kata Kades Bodeh !! Pasir Tras Dicampur Muntilan Menurutnya Sudah Sesuai Spek

2 min read

Pati – Jateng, Koran Penelusuran Kasus (KPK)

proyek bangunan (Drainase) di Desa Bodeh, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, yang menggunakan Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2023 tahap 1, jadi sorotan warga, lantaran bahan baku material jenis pasir yang digunakan campuran pasir tras, (7/4/2023)

Saat dikonfirmasi lewat saluran hanpond, disinggung terkait material jenis pasir yang digunakan, Kades Bodeh dengan nada agak tinggi mengatakan, tidak ada ketentuan harus menggunakan pasir dari Jakarta dari Bandung, menurutnya campuran pasir (Tras) sudah sesuai spek

Lanjutnya, untuk papan informasi kegiatan sudah dipasang, tapi nggak ada lagi, ini sudah dipasang kembali, paparnya, padahal pada hari selasa. 4/4/2023, saat kami dari awak media dilokasi tidak nampak ada papan informasi kegiatan pekerjaan, artinya setelah ada konfirmasi dari kami barulah papan kegiatan itu dipasang

Mengenai fisik bangunan yang numpang pondasi warga, ucap Kades Bodeh, bangunan nggone wong nek dibongkar ambruk a mas ( Bangunan milik orang kalau dibongkar roboh), pungkasnya,

Jadi apa yang kami lihat dilokasi bangunan tepatnya di RT. 05 RW. 02, dengan jumlah anggaran sebesar, 78.199.500,-ada beberapa fisik yang notabenya hanya ditambah sedikit saja untuk menyesuaikan ketinggiannya, dan yang ketinggiannya sudah sesuai, hanya ditutup dengan aduk’an pasir semen

Menurut kami jika dengan fisik seperti yang diketahui dan yang dikatakan Kades, harusnya panjang volume ditambah lagi, terhitung dari jumlah panjang pondasi warga yang hanya dilakukan penambahan saja, artinya bukan bangunan baru keseluruhan

Dengan adanya informasi seperti ini, berharap agar pihak terkait dalam melakukan monitoring lebih jeli lagi, meng’audit serta melakukan kajian – kajian ulang terkait bangunan yang ada di Desa Bodeh, termasuk isu BUMDes di Desa Bodeh, yang hingga kini diduga belum diketahui kejelasannya, agar tidak ada pihak yang dirugikan, karena pekerjaan ini melibatkan Anggaran dari Dana Desa (DD), yang diprioritaskan untuk pembiayaan pembangunan di Desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengutamakan Swakelola, menggunakan bahan baku lokal, serta penanggulangan kemiskinan warga Desa.

(Tim/Red)

About Author