January 27, 2023

KORAN KPK

Membangun Moral Bangsa

Miris!!! Belum Genap 1 Tahun Bangunan Aspal Jalan Desa Lengkong Batangan Rusak Parah

2 min read

Pati, Koran Penelusuran Kasus (KPK)
www.korankpk.com
Bantuan Keuangan (BANKEU) PROVINSI yang masuk di Desa Lengkong Kecamatan Batangan Kabupaten Pati ditahun anggaran 2021 untuk peningkatan Sarana dan Prasarana Desa dapat 3 titik pekerjaan aspal jalan Diduga yang mengerjakan atau pengadaan barang, bukan warganya melainkan pemborong / atau pihak ke 3, “Alhasil Belum genap 1 tahun aspal jalan Desa Lengkong Batangan Rusak Parah”. sabtu 19/02/2022

Hal ini dibenarkan oleh “G” saat diklarifikasi oleh awak media, bawasannya memang benar pekerjaan pengaspalan jalan itu bahan materialnya dari saya semua, akan tetapi yang mengerjakan ada warga Lengkong juga, paparnya

Dijelaskan juga kalau Aspirasi (BANKEU) PROVINSI yang masuk Desa Lengkong itu yang membawa adalah dirinya, bahkan tidak hanya di Desa Lengkong saja, ungkapnya di Kecamatan Batangan saya mengerjakan proyek bangunan fisik itu ada 3 Desa, karena sebelum anggaran itu turun sudah ada kesepakatan dengan Kepala Desa terkait, jelas “G”

Diketahui oleh awak media saat investigasi dilapangan ada beberapa pekerjaan bangunan fisik tanpa disertai papan informasi kegiatan, yakni dari hasil pantauan awak media hanya menemukan satu papan informasi yaitu dari (BANKEU) PROVINSI tahun Anggaran 2021 untuk pekerjaan talud dan pengaspalan jalan Desa dengan nominal 199 juta 890 ribu rupiah, ujarnya

Namun dari fisik aspal jalannya sudah nampak rusak dan banyak yang berlobang, kalau menurut hasil pantauan kami diduga bahan material yang digunakan tidak sesuai bestek dan RAB, karena memakai jasa pemborong/ atau pihak ke 3, bisa jadi diduga mencari keuntungan dengan mengurangi kwalitas tanpa memikirkan hasilnya, imbuhnya

Ironisnya lagi, sampai sekarang bangunan yang rusak belum juga diperbaiki, padahal dalam aturan ada masa perawatan jangka waktu selama 6 bulan kedepan setelah pekerjaan selesai, sampai berita naik dari Kepala Desa Lengkong belum bisa diklarifikasi, bersambung (JN/AG/RED)