April 24, 2024

KORAN KPK

Membangun Moral Bangsa

Koordinator PIP Kontroversial, Iwan Boncel, Jadi Sorotan Warga Desa Belo Laut

2 min read

korankpk.com

Muntok-Bangka Barat, – Wilayah perairan Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, kini menjadi saksi bisu maraknya aktivitas penambangan Pasir Timah Ilegal (PIP) yang diatur oleh oknum koordinator, Iwan Boncel.

Masyarakat Desa Belo Laut, yang sehari-hari bergantung pada laut sebagai mata pencaharian, berunjuk rasa dan mendesak agar aktivitas PIP dihentikan untuk melindungi lingkungan mereka. Senin (9/1/2024).

Sejumlah awak media menelusuri jejak penambangan ini dan menemukan bahwa Iwan Boncel menjadi koordinator yang menggerakkan sejumlah penambang di perairan tersebut.

Seorang penambang menyatakan, “Kita di bawa koordinasi Iwan pak’, biasa di panggil Iwan Boncel pak. Ponton-ponton di bawahnya banyak.” Hal ini mengindikasikan adanya kontrol dan pengarahan dari pihak tertentu dalam pelaksanaan penambangan ilegal ini.

Puluhan ponton Isap Produksi (PIP) yang beroperasi di perairan Belo Laut mendapat tuntutan keras dari masyarakat setempat. Aksi protes pada Senin, 9 Januari 2024, menandai keinginan kuat masyarakat agar PIP hengkang dari perairan mereka.

Pencemaran lingkungan, konflik sosial, dan ketidakjelasan asal usul pekerja tambang menjadi alasan utama di balik desakan tersebut.

Amri, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Belo Laut, menyampaikan keprihatinannya terkait penambangan ilegal ini.

“Dengan adanya aktivitas penambangan di laut Belo yang umumnya dilakukan oleh penambang asal luar, semakin hari semakin meresahkan masyarakat. Sebelum terjadi gesekan antara masyarakat dan penambang, sebaiknya aktivitas penambangan di laut Belo dihentikan,” ujar Amri dengan tegas.

Lebih lanjut, Amri menambahkan, “Selain itu, akibat penambangan tersebut, terjadi pencemaran di sekitar laut Belo. Hal ini mengganggu aktivitas para nelayan dalam mencari nafkah.”

Pencemaran lingkungan dan ketidakjelasan status pekerja tambang menyulut ketidaknyamanan di tengah-tengah masyarakat, menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan ekosistem laut dan keberlangsungan mata pencaharian tradisional mereka.

Desakan masyarakat Desa Belo Laut untuk mengusir PIP dari perairan mereka menjadi sebuah panggilan serius untuk melindungi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sehari-hari mereka. Saat ini, harapan mereka terletak pada pemerintah setempat untuk mengambil tindakan tegas dan memastikan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Desa Belo Laut.

(Sumber: KBO Babel, Editor: Yohanes C.IJ, CA-HNR)

About Author