June 23, 2024

KORAN KPK

Membangun Moral Bangsa

Polri Salurkan Bantuan Air Bersih Atasi Kekeringan di Grobogan

2 min read

Jateng, Koran Penelusuran Kasus (KPK)
Polri melalui Polres Grobogan menyalurkan bantuan kepada warga atas kekeringan yang terjadi di Kabupaten Grobogan, kekeringan terjadi akibat kemarau yang berkepanjangan

Beberapa hari belakangan, sempat viral adanya warga yang mengambil air dari lubang yang dibuat di dasar sungai, hal itu terjadi di Dusun Karanganyar, Geyer, Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan saat penyaluran bantuan air bersih mengerahkan 1 mobil water cannon yang biasa dipakai menghalau massa saat aksi demonstrasi, 4 mobil tangki, 4 mobil patroli yang telah dimodifikasi, dan 50 anggota Bhabinkamtibmas dengan motor bronjong berisi air bersih, menurutnya, dalam mengatasi kekeringan yang terjadi di wilayah Grobogan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan BPBD dan PDAM Grobogan

Hari ini 1 mobil water cannon, 4 mobil tangki milik BPBD dan PDAM, 4 mobil patroli serta 50 motor bronjong Bhabinkamtibmas kami kerahkan untuk membantu mengatasi kekeringan yang terjadi di Kabupaten Grobogan,’’ jelas Kapolres Grobogan dalam keterangan tertulis, Senin (31/7/23)

Kapolres menambahkan, air bersih bersih tersebut akan disalurkan di beberapa titik, di antaranya mobil water canon dan 2 mobil tangki menyalurkan bantuan air bersih di wilayah Desa Karangrejo Kecamatan Grobogan, kemudian, 2 mobil tangki di Desa Asemrudung, Geyer, Grobogan

Untuk mobil patroli yang telah di modifikasi dan motor bronjong polisi berisi air bersih, mengikuti penyaluran air bersih di masing-masing wilayah Polseknya,’’ ungkap Kapolres

Sementara itu, Kepala Desa Karangrejo Kecamatan Grobogan Dwi Sri Astutik” mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Polres Grobogan beserta jajarannya, menurutnya, penyaluran air bersih yang dilakukan langsung oleh Kapolres Grobogan di Desanya itu sangat membantu masyarakat yang selama ini mendapatkan air bersih dengan cara mengambil air dari sumur yang berada di sawah

Warga kami telah mengalami kekeringan selama dua bulan ini, selama ini, warga mengambil air dari sumur yang berada di sawah, karena kalau membeli harganya sekitar Rp120 ribu, tentunya itu sangat berat bagi warga kami yang sebagian besar bekerja sebagai petani,’’ ujar Dwi Sri Astutik

Ia berharap, bantuan air bersih untuk warga ini dapat terus dilakukan, bahkan ia berharap diberikan bantuan air minimal seminggu sekali.(Jono/Agus)

About Author