Koran Penelusuran Kasus_ Pemerintah Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, terus memperkuat infrastruktur wilayah dengan menyelesaikan pembangunan talud (tembok penahan tanah) di Dusun Sumberagung. Proyek strategis ini bertujuan mengatasi risiko longsor dan erosi pada jalan berlereng yang rawan mengalami kerusakan, terutama saat musim hujan.
Kepala Desa Wonokerto ( Siti Moasri ) memaparkan bahwa “Pembangunan talud dengan volume :1.6 x15, 1.3 x 20,1.1 x 11,0.5 x 56 M. yang berada di RT. 01 RW. 05 menelan anggaran dana sebesar Rp. 87.035.000 dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Pembangunan Talud ini tidak hanya dirancang untuk mengamankan tebing jalan, tetapi juga memperlebar badan jalan. Hal ini memudahkan akses warga, mengingat jalan tersebut merupakan penghubung utama antarlokasi serta jalur alternatif di dusun tersebut. Paparnya.
Pelaksanaan proyek telah mencapai 100% pengerjaan tanpa kendala signifikan. Proyek ini dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Wonokerto dengan Tenaga kerja melibatkan warga sekitar, mendorong partisipasi masyarakat sekaligus meningkatkan ekonomi lokal. Salah satu pejabat desa, Kaur Perencanaan, menegaskan: “Talud ini solusi jangka panjang untuk keamanan jalan sekaligus optimasi fungsi infrastruktur. Pelebaran jalan juga akan memperlancar mobilitas harian warga”.

Desa Wonokerto yang berlokasi di Kecamatan Kedunggalar ini memiliki luas wilayah 535,067 hektare dengan jumlah penduduk 7.461 jiwa (berdasarkan data Dukcapil per Desember 2021). Letak geografisnya yang berbatasan dengan Desa Gemarang (utara dan timur), Desa Pelangkidul (selatan), serta Desa Kedunggalar dan Jenggrik (barat) menjadikan akses jalan krusial bagi konektivitas antar desa.
Warga setempat menyambut positif inisiatif ini. “Manfaat Dana Desa sangat terasa, seperti pembangunan talud dan jalan rabat cor di RT 6 tahun lalu. Kami harap program seperti ini berkelanjutan,” ujar salah satu resident RT 01 RW 05. Pernyataan ini merefleksikan keberhasilan program serupa sebelumnya yang juga didanai melalui DD.
Pemerintah Desa Wonokerto berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu sebelum musim hujan tiba. Ke depannya, program serupa akan diprioritaskan di titik rawan lainnya, seiring dengan fokus pembangunan infrastruktur berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat.
(Hadi, kpk).








