April 13, 2024

KORAN KPK

Membangun Moral Bangsa

Menanti Hasil Surat Permohonan Penetapan Hukum Dari Kejari Demak

2 min read

Hari Selasa 20 Februari 2024, wartawan koran penelusuran kasus (KpK) mengawal korban kasus pencurian padi yang terjadi di Manyar Desa Donorojo Kec. Demak Kab. Demak, untuk menyerahkan surat permohonan penetapan hukum kepada Jaksa KEJARI Demak Jawa Tengah.

Bertepatan dengan proses mediasi yang di ajukan oleh tersangka pencurian kepada korban untuk mengupayakan perdamaian yang juga bertempat di kantor kejaksaan negeri Demak.

Kurang-lebih pukul 09:30 WIB, korban dipersilahkan masuk ke ruangan jaksa Safira, korban didampingi oleh dua orang kuasa hukum dan saudaranya.

Pihak wartawan koran penelusuran kasus (KpK) tidak bisa ikut masuk dikarenakan yang boleh kedalam ruangan cuma prinsipal dan PH saja.

Wartawan (KpK) hanya bisa menunggu korban keluar dari ruangan jaksa, pukul 10:30 WIB akhirnya pihak korban selesai mediasi dan langsung pulang ke rumahnya.

Di rumahnya korban menerangkan, ketika di dalam ruangan jaksa, disitu sudah ada pihak tersangka yang di temani kuasa hukum dan kerabatnya.

Dari mediasi tersebut pihak tersangka melalui kuasa hukumnya, mengajukan perdamaian dengan cara akan mengembalikan hasil panen yang dicuri tersangka senilai enam belas juta rupiah dan membuat surat permohonan maaf kepada korban.

Korban juga menerangkan kalau ibu jaksa juga menyarankan untuk melakukan perdamaian jika bisa. Namun korban mengatakan kalau masalah memaafkan sudah saya maafkan, akan tetapi Hukum harus di tegakkan sesuai undang-undang yang berlaku.

Tapi karena menurut ibu jaksa belum ada titik temu, maka pihak Kejaksaan memberi waktu lagi untuk mediasi pada hari Jum’at 23 Februari 2024 bertempat di kantor kejaksaan negeri Demak.

Bahkan surat permohonan penetapan hukum yang di buat korban dan bertanda-tangan di atas materai, sama sekali belum di buka dan di bahas dalam ruangan tersebut. (keterangan korban).

Alasan korban ingin tetap lanjut proses Hukum tersangka adalah karena kenapa baru baru sekarang memohon perdamaian setelah detik-detik Hukum pidana akan di tegakkan sesuai undang-undang yang berlaku?

Padahal laporan korban ke Polres Demak sudah sejak bulan Juli 2023 lalu. Dan korban harus menyewa pengacara dulu serta membayar biaya Saksi ahli kepada pihak Polres Demak Jawa Tengah. Barulah si Pencuri di tetapkan sebagai tersangka pada bulan November 2023.

Namun karena hingga kini tidak kunjung dilakukan penahanan terhadap tersangka. Tersangka malah sering melakukan intimidasi dan tindakan tidak menyenangkan terhadap korban.

Lalu kenapa baru sekarang memohon-mohon untuk damai, setelah berbagai intimidasi dan tindakan tidak menyenangkan yang di lakukan kepada korban? (keterangan dari korban).

Apakah harus Selama dan serumit itukah penegakan hukum di Demak Jawa Tengah Indonesia?
(Ka. D. Arno)

About Author