GARDATANI: Solusi Atasi Wereng Batang Coklat, Tingkatkan Produktivitas Padi di Desa Gemarang

Nusantara77 views

www.koran penelusuran kasus _Gemarang, kabupaten Ngawi, Tanggal 29 Oktober 2025 – Kelompok Tani Sri Lestari di Dusun Salak, Desa Gemarang, menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan pertanian dengan menyelenggarakan pertemuan khusus bertajuk “Gerakan Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat”. Acara ini digelar sebagai upaya proaktif untuk mengantisipasi dan mengendalikan hama wereng batang coklat yang kerap mengancam produktivitas tanaman padi.

Pertemuan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri oleh berbagai pihak kunci, mencerminkan kolaborasi yang solid antara petani, pemerintah, dan tenaga ahli. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Bapak Babinsa Koramil setempat yang mewakili TNI, Ibu Lilik Khoirul Rahmawati selaku Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Bapak Galih Pramuaji selaku Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Gemarang, serta rekan rekan dari Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kedunggalar. Kehadiran petugas dari Sidenta (Sistem Deteksi Dini) juga menjadi nilai tambah, menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan pengamatan dini.

Dalam pemaparannya, para narasumber menyampaikan pentingnya penggunaan obat atau pestisida yang tepat, baik jenis, dosis, maupun waktu aplikasinya. Petani diajak untuk tidak lagi menggunakan bahan kimia secara berlebihan, tetapi beralih ke pengendalian hama terpadu yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Fokus utama adalah pada pencegahan melalui pengamatan rutin dan pemanfaatan “Garda” sebagai salah satu solusi. Ucap Hadi santoso (Ketua Kelompok Tani Sri Lestari.)

Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap petani tidak lagi panik ketika menemui serangan wereng batang coklat. Dengan pengetahuan yang cukup dan dukungan dari semua pihak, serangan hama dapat dikelola dengan baik tanpa harus merusak ekosistem sawah,” ujar salah satu perwakilan Dinas Pertanian.

Antusiasme terlihat jelas dari para anggota Kelompok Tani Sri Lestari. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman langsung tentang tantangan yang dihadapi di lahan mereka. Kehadiran Babinsa juga memberikan motivasi tersendiri, sekaligus menegaskan dukungan institusi TNI dalam ketahanan pangan di tingkat desa.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan para petani di Desa Gemarang semakin terampil dan mandiri dalam mengelola kesehatan tanamannya. Inisiatif positif dari Kelompok Tani Sri Lestari ini menjadi contoh nyata bahwa peningkatan produksi padi nasional dimulai dari tindakan preventif dan edukatif di level akar rumput. (Hadi,kpk)