April 13, 2024

KORAN KPK

Membangun Moral Bangsa

Aksi Heroik Petugas Polisi dan TNI Evakuasi Lansia Sakit yang Terjebak Banjir di Juwana Pati

2 min read

Pati – Jateng – Koran Penelusuran Kasus (KPK)
Seorang lansia bernama Rohaidah (82) terpaksa harus dievakuasi oleh petugas dan relawan dikarenakan sakit faktor usia di tengah banjir yang menerjang Desa Doropayung Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Minggu (17/3/2024).

Petugas gabungan dari Polresta Pati, TNI Pemdes Doropayung dan relawan mengevakuasi Rohaidah (82) menggunakan perahu kecil dikarenakan akses menuju rumah yang terendam banjir setinggi sekitar 1 meter.

Petugas pun sedikit kesulitan mengevakuasi Rohaidah dikarenakan jalan yang sempit, selanjutnya, Rohaidah pun dinaikkan ke atas perahu dan dijemput oleh mobil ambulans di depan gang desa.

Ditemani oleh anaknya dan petugas, Rohaidah pun dibawa menuju ke rumah saudaranya yang berada di Desa Genengmulyo lantaran masih satu kecamatan.

Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama melalui Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Asfauri pihaknya saat berpatroli di wilayah terdampak banjir di Juwana mendengar informasi adanya lansia yang sedang sakit di Desa Doropayung Juwana.

“Benar, ada lansia atau nenek – nenek yang sudah sakit selama beberapa hari kemarin, kemudian dengan kondisinya yang seperti itu, kami bersama tim gabungan melakukan evakuasi”, ungkapnya saat ditemui.

Pihaknya pun bersyukur proses evakuasi berjalan dengan baik dan lancar, selanjutnya, Rohaidah pun diungsikan ke rumah saudaranya.

Sementara Anik yakni anak Rohaidah menyampaikan bahwa ibunya memang sudah sakit lama sekitar 3 tahunan. Ia mengaku mengevakuasi ibunya karena kondisi banjir yang kian parah di desanya.

“Takut kalau nanti banjirnya malah semakin naik. Lalu kami ungsikan ke rumah saudara di Desa Genengmulyo”, pungkasnya

Untuk diketahui bahwa banjir yang merendam Desa Doropayung Kecamatan Juwana tersebut berdampak kepada 12 kepala keluarga dan 32 jiwa yang terpaksa mengungsi di Balai Desa Doropayung. Serta 9 kepala keluarga dan 23 jiwa mengungsi di Sanggar Mamura.

Sehingga secara keseluruhan, ada sebanyak 438 rumah yang terendam dari 490 kepala keluarga dan sebanyak 1.240 jiwa yang terdampak. (Jono/Ags)

About Author